RSS

Manfaat Peluang

   Dalam kehidupan sehari-hari tentang peristiwa yang belum pasti terjadi dapat kita temui tatkala sepasang suami istri sedang menanti kelahiran anaknya biasanya mereka menyiapkan nama untuk calon bayinya. Nama yang disiapkannya bisa berupa nama untuk laki-laki atau nama untuk perempuan. Bila mereka mengharapkan salah satu jenis kelamin bayinya, maka mereka mengharapkan kejadian yang belum pasti terjadi. Cabang matematika yang membahas tentang kepastian akan muncul atau tidak akan munculnya suatu kejadian disebut Ilmu tentang Peluang. Ilmu ini bermula dari pertanyaan bangsawan penjudi besar Chevalier de Mere kepada Blaise Pascal (1623-1662) mengenai masalah pembagian uang taruhan pada suatu perjudian, sehingga permainan itu terpaksa dihentikan karena suatu hal. Pernyataan ini kemudian menjadi bahan surat menyurat antara Pascal dan Fermat (1601-1665). Dari kegiatan atukar pikiran inilah kemudian timbul cabang matematika yang disebut Hitung Peluang.
          Contoh lainnya tentang bentuk ketidak pastian misalnya ketika sebuah dadu digulingkan maka yang terjadi adalah munculnya salah satu mata dadu 1,2,3,4,5 atau 6. kegiatan melempar dadu separti diatas dinamakan percobaan yaitu menduga-duga apakah yang akan lahir itu adalah laki-laki atau perempuan.

Dalam statistika, pengertian ini diperluas dengan memasukkan unsur-unsur kesempatan atau peluang atas terjadinya suatu peristiwa yang didasarkan pada hasil sebuah percobaan atau eksperimen yang dilakukan secara berulang-ulang. Sebagai contoh peristiwa terambilnya kartu As dari setumpuk kartu bridge, jumlah cairan yang disaring dari mesin pengisi, jumlah kendaraan niaga yang melalui jalan protokol, jumlah barang yang cacat dalam satu lot, dan karakteristik lainnya yang secara umum tidak dapat disebutkan sebagai peristiwa. 
Untuk keperluan penentuan peluang ada gunanya untuk membagi peristiwa ke dalam dua jenis peristiwa yakni peristiwa sederhana dan peristiwa majemuk.Peristiwa sederhana tidak dapat dibagi lebih lanjut lagi ke dalam komponen-komponen peristiwa, sedangkan peritiwa majemuk selalu memiliki dua atau lebih komponen peristiwa sederhana. Peristiwa “Kartu Sekop” secara definisi adalah peristiwa sederhana karena hanya ada satu jenis kartu sekop dalam setumpuk kartu bridge. Akan tetapi peristiwa “As Sekop” dapat dianggap sebagai peristiwa majemuk karena kartunya haruslah berisikan keduanya yakni kartu As dan kartu Sekop. Namun definisi ini tergantung dari pandangan si pelaku percobaan. Bisa saja seseorang mengatakan bahwa As Sekop sebagai suatu peristiwa sederhana jika dia mengganggap hal ini sebagai suatu kesatuan.Pembagian jenis peristiwa ini dimaksudkan untuk kemudahan dalam mempelajari teori peluang selanjutnya.
Teori peluang mungkin hanya biasa kita lihat, dengar, atau baca dalam mata pelajaran matematika. Namun, jika kita kaji lebih dalam lagi, penerapan teori peluang dapat kita temukan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dalam permainan yang biasanya kita mainkan. Sungguh menarik ketika kita menyadari bahwa permainan-permainan yang biasa kita main akan terdapat teori peluang di dalamnya.
Salah satu penerapan teori peluang yang terdapat dalam kehidupan kita adalah dalam permainan poker. Di luar negeri, permainan ini biasa dimainkandengan taruhan yang berupa uang atau batang lidi untuk menaikkan ketegangan permainan. Dalam permainan poker, terdapat komposisi kartu yang memiliki urutan tinggi dan rendah. Ternyata, hal tersebut dikarenakan tinggi atau  rendahnya peluang munculnya komposisi kartu tersebut jika dibandingkan dengan komposisi kartu lainnya dalam permainan poker.Poker adalah permainan kartu yang usianya sudah cukup tua. Permainan itu mungkin telah berevolusi sehingga tercipta berbagai peraturan permainan poker. Bahkan, di Indonesia, dikenal sebuah permainan Cap-Sa, yang sebagian idenya mengambil dari permainan Poker. Bedanya, Cap-Sa tetap nikmat untuk dimainkan tanpa menggunakan taruhan.Berikut ini adalah beberapa kombinasi kartu yang diakui pada Poker.


Sumber : Ensiklopedia
http://www.scribd.com/doc/131943659/Penarapan-Ilmu-Peluang-Dalam-Kehidupan-Sehari-Hari

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Materi Peluang

A. Kaidah Pencacahan


Kaidah-kaidah pencacahan mencoba menemukan beberapa banyaknya hasil yang mungkin terjadi (muncul) pada berbagai percobaan. Secara umum cara menemukan banyaknya hasil yang mungkin muncul pada suatu percobaan adalah dengan menggunakan pendekatan-pendekatan sebagai berikut :
1. Kaidah Perkaian
2. Permutasi
3. Kombinasi



I. Kaidah Perkalian
Kaidah perkalian mengatakan bahwa jika tempat pertama dapat diisi dengan cara yang berbeda, tempat kedua dengan cara, …., tempat ke-k dengan cara, maka banyaknya cara untuk mengisi tempat k yang tersedia adalah ….

Contoh:

Bila kita perhatikan nomor rumah yang terdiri atas dua angka, tanpa angka nol, maka banyak rumah yang dimaksud dengan nomor ganjil ialah ….
Jawab: Nomor rumah yang dimaksud terdiri atas dua angka. Ini berarti ada dua tempat yang harus diisi, yaitu PULUHAN dan SATUAN. Karena nomor harus ganjil, maka tempat satuan hanya dapat diisi oleh bilangan-bilangan ganjil, yaitu 1, 3, 5, 7, dan 9. Dengan demikian ada 5 cara untuk mengisi tempat satuan, sehingga
Sedangkan tempat puluhan dapat diisi oleh angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Sehingga
Dengan demikian banyaknya rumah dengan nomor ganjil adalah :

II. Permutasi
Permutasi adalah susunan unsur-unsur yang berbeda dalam urutan tertentu. Pada permutasi urutan diperhatikan sehingga

Permutasi k unsur dari n unsur
adalah semua urutan yang berbeda yang mungkin dari k unsur yang diambil dari n unsur yang berbeda. Banyak permutasi k unsur dari n unsur ditulis atau .
Permutasi siklis (melingkar) dari n unsur adalah
(n-1) !


Contoh :

Suatu keluarga yang terdiri atas 6 orang duduk mengelilingi sebuah meja makan yang berbentuk lingkaran. Berapa banyak cara agar mereka dapat duduk mengelilingi meja makan dengan cara yang berbeda?

Jawab :

Banyaknya cara agar 6 orang dapat duduk mengelilingi meja makan dengan urutan yang berbeda sama dengan banyak permutasi siklis (melingkar) 6 unsur yaitu :

III. Kombinasi
Kombinasi adalah susunan unsur-unsur dengan tidak memperhatikan urutannya. Pada kombinasi AB = BA.
Dari suatu himpunan dengan n unsur dapat disusun himpunan bagiannya dengan untuk Setiap himpunan bagian dengan k unsur dari himpunan dengan unsur n disebut kombinasi k unsur dari n yang dilambangkan dengan ,

Contoh :

Diketahui himpunan
.
Tentukan banyak himpunan bagian dari himpunan A yang memiliki 2 unsur!
Jawab :


Banyak himpunan bagian dari A yang memiliki 2 unsur adalah C (6, 2).



B. Peluang Suatu Kejadian

1.
Pengertian Ruang Sampel dan Kejadian
Himpunan S dari semua kejadian atau peristiwa yang mungkin mucul dari suatu percobaan disebut ruang sampel. Kejadian khusus atau suatu unsur dari S disebut titik sampel atau sampel. Suatu kejadian A adalah suatu himpunan bagian dari ruang sampel S.
Contoh:
Diberikan percobaan pelemparan 3 mata uang logam sekaligus 1 kali, yang masing-masing memiliki sisi angka ( A ) dan gambar ( G ). Jika P adalah kejadian muncul dua angka, tentukan S, P (kejadian)!

Jawab :

S = { AAA, AAG,
AGA, GAA, GAG, AGG, GGA, GGG}
P = {AAG, AGA, GAA}

2. Pengertian Peluang Suatu Kejadian Pada suatu percobaan terdapat n hasil yang mungkin dan masing-masing berkesempatan sama untuk muncul. Jika dari hasil percobaan ini terdapat k hasil yang merupakan kejadian A, maka peluang kejadian A ditulis P ( A ) ditentukan dengan rumus : Contoh :
Pada percobaan pelemparan sebuah dadu, tentukanlah peluang percobaan kejadian muncul bilangan genap!

Jawab : S = { 1, 2, 3, 4, 5, 6} maka n ( S ) = 6

Misalkan A adalah kejadian muncul bilangan genap, maka:

A = {2, 4, 6} dan n ( A ) = 3



3. Kisaran Nilai Peluang

Misalkan A adalah sebarang kejadian pada ruang sampel S dengan n ( S ) = n, n ( A ) = k dan

Jadi, peluang suatu kejadian terletak pada interval tertutup [0,1]. Suatu kejadian yang peluangnya nol dinamakan kejadian mustahil dan kejadian yang peluangnya 1 dinamakan kejadian pasti.
4. Frekuensi Harapan Suatu Kejadian

Jika A adalah suatu kejadian pada frekuensi ruang sampel S dengan peluang P ( A ), maka frekuensi harapan kejadian A dari n kali percobaan adalah n x P( A ).


Contoh :

Bila sebuah dadu dilempar 720 kali, berapakah frekuensi harapan dari munculnya mata dadu 1?
Jawab :
Pada pelemparan dadu 1 kali, S = { 1, 2, 3, 4, 5, 6 } maka n (S) = 6.

Misalkan A adalah kejadian munculnya mata dadu 1, maka:

A = { 1 } dan n ( A ) sehingga :


Frekuensi harapan munculnya mata dadu 1 adalah


5. Peluang Komplemen Suatu Kejadian
Misalkan S adalah ruang sampel dengan n ( S ) = n, A adalah kejadian pada ruang sampel S, dengan n ( A ) = k dan Ac adalah komplemen kejadian A, maka nilai n (Ac) = n – k, sehingga :

Jadi, jika peluang hasil dari suatu percobaan adalah P, maka peluang hasil itu tidak terjadi adalah (1 – P).
C. Peluang Suatu Kejadian Majemuk
1.
Gabungan Dua Kejadian
Untuk setiap kejadian A dan B berlaku :


Catatan :
dibaca “ Kejadian A atau B dan dibaca “Kejadian A dan B”

Contoh :

Pada pelemparan sebuah dadu, A adalah kejadian munculnya bilangan komposit dan B adalah kejadian muncul bilangan genap. Carilah peluang kejadian A atau B!

Jawab :




2. Kejadian-kejadian Saling Lepas
Untuk setiap kejadian berlaku
Jika . Sehingga Dalam kasus ini, A dan B disebut dua kejadian saling lepas.

3. Kejadian Bersyarat
Jika P (B) adalah peluang kejadian B, maka P (A|B) didefinisikan sebagai peluang kejadian A dengan syarat B telah terjadi. Jika adalah peluang terjadinya A dan B, maka Dalam kasus ini, dua kejadian tersebut tidak saling bebas.

4.
Teorema Bayes

Teorema Bayes(1720 – 1763) mengemukakan hubungan antara P (A|B) dengan P ( B|A ) dalam teorema berikut ini :


5. Kejadian saling bebas Stokhastik

(i) Misalkan A dan B adalah kejadian – kejadian pada ruang sampel S, A dan B disebut dua kejadian saling bebas stokhastik apabila kemunculan salah satu tidak dipengaruhi kemunculan yang lainnya atau : P (A | B) = P (A), sehingga:


D. Sebaran Peluang

1.
Pengertian Peubah acak dan Sebaran Peluang.
Peubah acak X adalah fungsi dari suatu sampel S ke bilangan real R. Jika X adalah peubah acak pada ruang sampel S denga X (S) merupakan himpunan berhingga, peubah acak X dinamakan peubah acak diskrit. Jika Y adalah peubah acak pada ruang sampel S dengan Y(S) merupakan interval, peubah acak Y disebut peubah acak kontinu.
Jika X adalah fungsi dari sampel S ke himpunan bilangan real R, untuk setiap dan setiap maka:


Misalkan X adalah peubah acak diskrit pada ruang sampel S, fungsi masa peluang disingkat sebaran peluang dari X adalah fungsi f dari R yang ditentukan dengan rumus berikut :


2.
Sebaran Binom
Sebaran Binom atau Distribusi Binomial dinyatakan dengan rumus sebagai berikut :


Dengan P sebagai parameter dan
Rumus ini dinyatakan sebagai:
untuk n = 0, 1, 2, .... ,n Dengan P sebagai parameter dan
P = Peluang sukses
n = Banyak percobaan
x = Muncul sukses
n-x = Muncul gagal

Sumber
 http://hernakuncoro.blogspot.com/2009/03/peluang.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Soal Serta Pembahasan

Contoh soal

1. Tono mempunyai 3 buah baju berwarna putih, cokelat, dan batik. Ia juga
memiliki 2 buah celana warna hitam dan putih yang berbeda. Ada berapa
pasang baju dan celana dapat dipakai dengan pasangan yang berbeda?
Penyelesaian
Jadi banyaknya pasangan baju dan celana secara bergantian sebanyak
3 × 2 = 6 cara.
Dengan aturan jumlah:
Warna atau jenis baju warna celana pasangan baju dan celana
Jadi banyaknya pasangan baju dan celana secara bergantian sebanyak
2 + 2 + 2 = 6 cara.
Putih
Batik
Coklat
Hitam
Cokelat
Putih, Hitam
Putih, Cokelat
Hitam
Cokelat
Batik, Hitam
Batik, Cokelat
Hitam
Cokelat
Cokelat, Hitam
Cokelat, Cokelat
putih (p)
cokelat (c)
batik (b)
hitam (h)
cokelat (c)
hitam (h)
cokelat (c)
hitam (h)
cokelat (c)
(p, h)
(p, c)
(c, h)
(c, c)
(b, h)
(b, c)

2. Seorang ingin membuatkan plat nomor kendaraan yang terdiri dari
4 angka, padahal tersedia angka-angka 1, 2, 3, 4, 5 dan dalam plat nomor itu
tidak boleh ada angka yang sama. Berapa banyak plat nomor dapat dibuat?
Penyelesaian
Untuk menjawab pertanyaan tersebut marilah kita pakai pengisian tempat
kosong seperti terlihat pada bagan berikut.
Dibuat 4 buah kotak kosong yaitu kotak (a), (b),
(c) dan (d) sebab nomor kendaraan itu terdiri dari
4 angka.
Kotak (a) dapat diisi angka 1, 2, 3, 4, atau 5 sehingga
ada 5 cara.
Kotak (b) hanya dapat diisi angka 5 – 1 = 4 cara
karena 1 cara sudah diisikan di kotak (a).
Kotak (c) hanya dapat diisi angka 5 – 2 = 3 cara
karena 2 cara sudah diisikan di kotak (a) dan (b).
Kotak (d) hanya dapat diisi angka 5 – 3 = 2 cara
karena 3 cara sudah diisikan di kotak (a), (b),
dan (c).
Jadi, polisi itu dapat membuat plat nomor kendaraan sebanyak 5 × 4 × 3 × 2 = 120
plat nomor kendaraan.

3.8P3 =
8! 8! 8 7 6 5 4 3 2 1
(8 3)! 5! 5 4 3 2 1
= = ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅
− ⋅ ⋅ ⋅ ⋅
= 8 ⋅ 7⋅ 6 = 336
b. 4P4 =
4! 4! 4 3 2 1
(4 4)! 0! 1
= = ⋅ ⋅ ⋅

= 24

4.Tentukan nilai n bila (n – 1)P2 = 20.
Penyelesaian
(n – 1)P2 = 20
( 1)!
( 1 2)!
n
n

− − = 20
( 1)!
( 3)!
n
n

− = 20
( 1)( 2) 3 2 1
( 3)( 4) 3 2 1
n n
n n
− − ⋅ ⋅
− − ⋅ ⋅

… = 20
(n – 1) (n – 2) = 20
n2 – 2n – n + 2 = 20
n2 – 3n + 2 – 20 = 0
n2 – 3n – 18 = 0
(n – 6) (n + 3) = 0
Buatlah kelompok-kelompok dalam kelasmu, kemudian buktikan:
nPn = n!
0! = 1
Cocokkan hasilnya dengan kelompok yang lain.
Selanjutnya, adakan diskusi tentang materi ini.
Peluang 63
n – 6 = 0 atau n + 3 = 0
n = 6 atau n = –3
Karena n bilangan positif maka n = 6.

5.Berapa banyak kata dapat disusun dari kata:

a. AGUSTUS
b. GAJAH MADA

Penyelesaian
a. AGUSTUS
Banyaknya huruf = 7, banyaknya S = 2, banyaknya U = 2
P =
7! 7 6 5 4 3 2 1
2!2! 2 1 2 1
⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅
=
⋅ ⋅ ⋅
= 1.260
b. GAJAH MADA
Banyaknya huruf = 9, banyaknya A = 4
P =
9! 9 8 7 6 5 4 3 2 1
4! 4 3 2 1
⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅
=
⋅ ⋅ ⋅
= 15.120

6. Berapa banyak bilangan 7 angka yang dapat disusun dari angka-angka:
a. 4, 4, 4, 5, 5, 5, dan 7
b. 2, 2, 4, 4, 6, 6 dan 8
Penyelesaian
a. 4, 4, 4, 5, 5, 5, dan 7
banyaknya angka = 7, banyaknya angka 4 = 3, banyaknya angka 5 = 3
P =
7! 7 6 5 4 3 2 1
3!3! 3 2 1 3 2 1
⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅
=
⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅
= 140

b. 2, 2, 4, 4, 6, 6, dan 8
banyaknya angka = 7, banyaknya angka 2 = 2, banyaknya angka 4 = 2
dan banyaknya angka 6 = 2
P =
7! 7 6 5 4 3 2 1
2!2!2! 2 1 2 1 2 1
⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅
=
⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅
= 630

7.Pada rapat pengurus OSIS SMA X dihadiri oleh 6 orang yang duduk mengelilingi
sebuah meja bundar. Berapakah susunan yang dapat terjadi?
Penyelesaian
P(siklis) = (6 – 1)! = 5! = 5 × 4 × 3 × 2 × 1 = 120


8.Dalam pelatihan bulutangkis terdapat 10 orang pemain putra dan 8 orang pemain
putri. Berapakah pasangan ganda yang dapat diperoleh untuk:
a. ganda putra
b. ganda putri
c. ganda campuran
Penyelesaian
a. Karena banyaknya pemain putra ada 10 dan dipilih 2, maka banyak cara ada:
10C2 =
10! 10! 10 9 8....3 2 1 10 9
2!(10 2)! 2!8! 2 1 8 7....3 2 1 2
= = ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ = ⋅
− ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ = 45 cara
b. Karena banyaknya pemain putri ada 8 orang dan dipilih 2, maka banyaknya
cara ada:
8C2 =
8! 8! 8 7 6 5 4 3 2 1
2!(8 2)! 2!6! 2 6 5 4 3 2 1
= = ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ =
− ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅
28 cara
c. Ganda campuran berarti 10 putra diambil satu dan 8 putri diambil 1, maka:
10C1 × 8C1 =
10! 8! 10! 8!
1!(10 1)! 2!(8 1)! 1!9! 1!7!
× = ×
− − = 10 × 8 = 80 cara
3. Berapa banyaknya nomor telepon yang terdiri dari 7 angka dapat dibuat
dengan 4 digit awalnya adalah 0812, tiga digit sisanya saling berbeda dan
bukan merupakan bilangan-bilangan 0, 3, atau 5, serta digit terakhirnya bukan
angka 9.
Matematika SMA dan MA Kelas XI 68 Program IPA
Penyelesaian
0812 . . .tiga digit terakhir bukan bilangan 0, 3, atau 5 maka 3
6 P serta digit
terakhir bukan angka 9 maka dikurangi 2
5 P → 6
3 P – 2
5 P =
6!
3!
– 5!
3!
= 100
Jadi banyaknya nomor telepon adalah 100 buah.

9.Sebuah kantong berisi 100 kartu yang diberi nomor 2 sampai dengan 101. Sebuah kartu diambil secara acak dari kantong itu. Tentukan peluang terambil kartu yang merupakan bilangan kuadrat ?
Pembahasan.
n(S) = 100
A = kejadian terambil kartu bilangan kuadrat
= {4,9,16,25,36,49,64,81,100}
n(A)= 9
Sehingga p(A) = n(A)/n(S)= 9/100

10.17 Kartu diberi nomor 1,2,3,….16,17. dimasukkan dalam sebuah kotak. Sebuah kartu diambil dari kotak secara acak. Tentukan peluang terambil kartu bernomor yang habis dibagi 2 dan 3.
Pembahasan
n(S) = 17
diantara Bilangan 1 sampai dengan 17 yang merupakan bilangan habis dibagi 2 dan 3 adalah 6 dan 12
sehingga n(A) = 2
JAdi p(A) = n(A)/n(S) = 2 / 17
soal no. 3
Sebuah tas berisi 5 bola merah dan beberapa bola biru, sebuah bola diambil secara acak dari tas. Jika peluang terambil sebuah bola biru sama dengan dua kali peluang terambil sebuah bola merah. Berapa banyak bola biru yang terdapat dalam tas.
Pembahasan.
Misal jumlah bola biru yang ada di dalam tas adalah x, maka jumlah bola merah dan biru adalah 5 + x, sehingga n(S) = 5 + x
A = kejadian terambil 1 bola merah, maka n(A) =5
P(A) = \frac{5}{5+x}
B = kejadian terambil 1 bola biru, sehingga n(B) = x
P(B) = \frac{x}{5+x}, karena P(B)= 2 P(A), maka kita peroleh:
\frac{x}{5+x} = 2.\frac{5}{5+x}.
\frac{x}{5+x} = \frac{10}{5+x}.
sehingga kita dapatkan x = 10. Jadi banyaknya bola biru yang ada di dalam tas ada 10 buah

BSE  SMA 11 MAT MATEMATIKA IPA NUGROHO

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS